“Berhijab adalah pilihanku, Bermain
biola adalah talentaku”
Tubuh yang tinggi, dengan paras wajah yang anggun, cantik dan
memiliki senyuman yang manis. Wanita kelahiran 30 desember 1997, yang merupakan
anak pertama dari tiga bersaudara, yang memiliki nama lengkap Siti Maharani
Deska Arlia. Ia biasa di kenal dengan sapaan “deska” .
Dalam kesehariannya deska dikenal oleh teman-temannya dan
keluarganya adalah seseorang yang baik,selalu tersenyum, pemalu dan terbuka
pada orang lain. Wanita asli indonesia berdarah bugis ini mulai memutuskan
hidupnya untuk menutup semua auratnya, dengan menjadi seorang wanita
berhijab, ketika ia duduk di bangku SMP.
Disaat deska mulai berhijab banyak sekali komentar-komentar
yang positif dan negatif yang ia dapatkan. Ada yang berkomentar bahwa “berhijab
itu susah buat kita untuk tampil modis”, “hijab tuh penghalang buat kita
berkarya”
Dengan banyaknya
komentar-komentar seperti itu deska pun menanggapi dan menjawabnya ia berkata
“berhijab juga bisa ko tampil beda, sekarang ini banyak pakaian-pakaian modis
yang menyediakan khusus untuk wanita wanita hijab jadi kenapa mesti takut?. Setelah
di kunjungi di kediamannya di JL. lodan dalam, jakarta utara.
Baginya berhijab itu adalah suatu kewajiban bagi setiap
wanita wanita muslim khususnya yang ada di indonesia dan wajib dalam agama.
Berhijab bukan hanya karna suatu kewajiban tetapi juga harus di dasari oleh
hati dan keinginan dalam diri. banyak hal yang harus di ubah selain dalam gaya
berpakaian, yaitu adalah sikap. Dimana ia harus merubah sikapnya menjadi lebih
baik, dan menanggalkan semua hal-hal buruk yang pernah ia lakukan .
Suatu hari tepatnya bulan agustus 2014 tahun lalu, dimana seluruh
remaja-yang ada di sekitar tempat ia tinggal, mereka semua di undang untuk
bermain biola di gedung marina batavia. Salah satunya adalah ia sendiri , di
sana ia dan teman-temannya di latihan bermain biola untuk tampil dalam acara Generasi pemuda betawi. Disana ia
dilatih bermain biola untuk memainkan lagu lagu keroncong, dan tampil di depan
para touris.
Ia mengatakan bahwa perasaannya saat itu sangat grogi dan
merasa takut karna sebelumnya ia belum pernah sama sekali tampil bermain biola
di depan semua orang. Meskipun ia sangat meyukai biola. Banyak kesulitan
kesulitan yang ia hadapi contohnya adalah lagu-lagu nya dimana ia harus
memainkan lagu-lagu keroncong dengan patitur-patitur yang sangat sulit. Tapi
itu tidak membuat ia menyerah dan lemah, tetapi itu membuat ia menjadi semangat
dan percaya diri. sampai pada akhrinya ia dan teman-temannya pun tampil dengan
sangat memuaskan dan mendapat pujian-pujian yang luar biasa dari para
touris-touris tersebut.
Itu semua membuat ia bangga pada dirinya sendiri, dan merasa
puas, karna ia bisa melakukan hal tersebut. Cintanya dalam bermain biola pun
semakin kuat dan memiliki keingingan menjadi seorang memain biola yang handal.
Dari setiap pengalaman-pengalaman dan keinginan yang di
miliki oleh deska, itulah yang bisa kita jadikan sebagai teladan untuk belajar
memutuskan sesuatunya dengan tekad yang kuat dan didasari dalam hati , bukan
karna orang lain, dan mau belajar dalam mengembangkan talenta yang Tuhan
berikan kepada kita , berusaha dan pantang menyerah.
