Selasa, 27 Februari 2018


                             


                                        Tradisi unik perayaan imlek 2018
                   


                   Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka ragam suku bangsa dan agama. Dengan adanya itu masyarakat Indonesia harus menanamkan rasa toleransi antar agama dan suku, salah satu langkah awalnya adalah pemerintah meresmikan hari-hari tertentu atau tanggal tertentu dari setiap agama atau suku yang memiliki hari-hari besar atau perayaan untuk dapat memperingatinya dan masyarakat yang tidak memperingati hari besar tersebut bisa ikut serta dengan cara menghormati hari raya tersebut.

                  Salah satu hari besar yang diresmikan oleh pemerintah dan dijadikannya hari libur nasional pada tahun 1999 adalah Tahun Baru Imlek. tahun baru imlek atau Sin Cia tidak jauh berbeda dengan tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat Islam. Tahun baru Imlek merupakan tahun baru Cina. Yang Pada umumnya, lebih banyak dirayakan oleh warga Tiongkoha.

                Perayaan ini juga erat kaitannya dengan pesta perayaan datangnya musim semi yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih dikenal dengan istilah Cap Go Meh. Perayaan Imlek meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta / Thian(thian=Tuhan dalam Bahasa Mandarin).

               Dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari sembahyang Imlek adalah sebagai bentuk pengucapan syukur, doa dan harapan agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih banyak, untuk menjamu leluhur, dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.

             Bagi saya sebagai warga Negara Indonesia perayaan imlek ini sangat unik, karna perayaan ini dilakukan bukan berdasarkan pada agama tapi lebih kepada kebersaman suku thiongkhoa itu sendiri, apapun agamanya selama mereka suku asli thiongkhoa mereka pasti  merayakan hari raya imlek ini.

keunikan perayaan imlek 

             Dan menurut saya hari raya imlek ini memiliki konsep tersendiri dan juga unik yaitu dilambangkannya dengan warna merah, dan stiap mereka yang merayakannya pasti mengenakan pakaian yang bernuansa merah, bukannya saja pakaian, tapi hiasan-hiasan yang ada di rumah mereka pun pasti memiliki nuasa merah.
tradisi-tradisi yang dalam perayaan imlek pun sangatlah unik seperti :

1. Membersihkan Rumah
Menyapu rumah berarti juga membersihkan rumah agar kotoran yang dianggap sebagai simbol kesialan disingkirkan, hingga tersedia ruang yang cukup untuk menampung keberuntungan. Rumah yang bersih juga sedap dipandang mata kan? Setelah itu, mereka akan menyingkirkan sapu dan sikat dari jangkauan. Mereka juga tidak diperbolehkan menyapu rumah saat hari pertama tahun baru karena itu artinya mengusir keberuntungan yang sudah hadir di rumah.

2. Mempersiapkan Makanan
                 Kue keranjang dan jeruk juga menjadi ciri khas Hari Raya Imlek. Tidak hanya itu, saat Imlek mereka juga menyajikan makanan di atas nampan berbentuk, segi 6, segi 8, atau bulat dengan isi yang beragam, seperti buah kering, biji-bijian, kacang-kacangan, dan permen. Beberapa orang juga menyiapkan makanan keberuntungan seperti mie yang tidak dipotong untuk melambangkan umur panjang.

             Serta kue bola berbentuk uang Cina pada jaman dulu yang melambangkan kekayaan. Satu lagi, saat Imlek mereka disarankan untuk menghindari makan bubur karena bagi warga Tionghoa, bubur melambangkan kemiskinan.

                selain makanan-makanan tersebut ada beberapa makanan yang membuat saya selalu melihat makanan tersebut disetiap perayaan imlek. makanan tersebut adalah Kue keranjang atau nian gao, makanan jenis puding tradisional Tiongkok ini merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan, tepung gandum, garam, air, dan gula.

               Kata Nian berarti tahun, sementara Gao berarti kue, terdengar juga seperti tinggi. Makanan ini disukai karena pengucapan katanya sama dengan tahun yang lebih sejahtera, Loopers. Biasanya kue keranjang disusun di atas kue mangkok yang diberi warna merah di atasnya. Harapannya, warga Tionghoa memiliki kehidupan yang manis dan menanjak seperti kue mangkok, serta peningkatan rezeki atau kemakmuran.
                 
3. Kembang Api
               Kembang api merupakan salah satu pertunjukan yang sangat populer untuk memeriahkan Imlek, karena suara gaduhnya dipercaya membuat mahluk jahat nian ketakutan. Untuk itu, ketika merayakannya di rumah pastikan tetangga tidak merasa terganggu dengan suara berisik yang Anda ciptakan.
               Imlek pun sangat identik dengan hujan. Bagi masyarakat Tionghoa di saat Imlek, hujan sepanjang perayaan Imlek dikaitkan dengan sumber rezeki, dengan turunnya hujan maka banyak rezeki yang berdatangan di muka bumi. Namun, yang sangat penting adalah menyambut Tahun Barun Imlek dengan cara membersihkan hati, menyucikan nurani, dan tekad berusaha lebih baik di tahun mendatang.

                 Dan yang lebih unik lagi adalah pemberian angpao. Bagi anak-anak dan orang yang masih lajang, Imlek berarti banjir uang karena orang tua atau mereka yang sudah menikah diwajibkan memberikan angpao(amplop merah). Angpao ini biasanya diisi dengan sejumlah uang di dalamnya. Jumlahnya tidak harus besar kok, yang penting berupa uang kertas baru dan tidak berbentuk uang logam.                      


         Dan yang lebih berkesan lagi banyak dari antara mereka tidak segan untuk memberikan angpao kepada mereka yang bukan suku asli thiongkhoa. Karna bagi-bagi angpao juga dipercaya makin memperlancar rejeki di kemudian hari. Ini adalah sisi yang membuat saya kagum dengan suku thiongkhoa.

          Hal ini membutikan bahwa di setiap tradisi memiliki banyak keunikan tertentu sebagai identitas perayaan tersebut. dan dengan keunikan itu kita dapat belajar betapa pentingnya menghormati, dan ada sisi yang dapat kita ambil dari perayaan imlek ini, yaiu ketika kita merayakan tradisi kita masing-masing buatlah orang lain juga dapat merasakan tradisi yang kita rasakan atau mendapatkan sisi positif dari tradisi perayaan kita.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

                                           Mervo Dibanjiri Pujian Oleh Para Penggemarnya ”Sitaro …. Banuai kukendage……… “Sitar...