Tradisi unik perayaan imlek 2018
Indonesia adalah negara yang
memiliki beraneka ragam suku bangsa dan agama. Dengan adanya itu masyarakat
Indonesia harus menanamkan rasa toleransi antar agama dan suku, salah satu
langkah awalnya adalah pemerintah meresmikan hari-hari tertentu atau tanggal
tertentu dari setiap agama atau suku yang memiliki hari-hari besar atau
perayaan untuk dapat memperingatinya dan masyarakat yang tidak memperingati
hari besar tersebut bisa ikut serta dengan cara menghormati hari raya tersebut.
Salah satu hari besar yang
diresmikan oleh pemerintah dan dijadikannya hari libur nasional pada tahun 1999
adalah Tahun Baru Imlek. tahun baru imlek atau Sin Cia tidak jauh berbeda
dengan tahun baru masehi atau tahun baru Hijriah bagi umat Islam. Tahun baru
Imlek merupakan tahun baru Cina. Yang Pada umumnya, lebih banyak dirayakan oleh
warga Tiongkoha.
Perayaan ini juga erat
kaitannya dengan pesta perayaan datangnya musim semi yang dimulai pada tanggal
30 bulan ke-12 dan berakhir pada tanggal 15 bulan pertama atau yang lebih
dikenal dengan istilah Cap Go Meh. Perayaan Imlek meliputi sembahyang Imlek,
sembahyang kepada Sang Pencipta / Thian(thian=Tuhan dalam Bahasa Mandarin).
Dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan
dari sembahyang Imlek adalah sebagai bentuk pengucapan syukur, doa dan harapan
agar di tahun depan mendapat rezeki yang lebih banyak, untuk menjamu leluhur,
dan sebagai media silaturahmi dengan keluarga dan kerabat.
Bagi saya sebagai warga Negara
Indonesia perayaan imlek ini sangat unik, karna perayaan ini dilakukan bukan
berdasarkan pada agama tapi lebih kepada kebersaman suku thiongkhoa itu
sendiri, apapun agamanya selama mereka suku asli thiongkhoa mereka pasti merayakan hari raya imlek ini.
keunikan
perayaan imlek
Dan menurut saya hari raya imlek
ini memiliki konsep tersendiri dan juga unik yaitu dilambangkannya dengan warna
merah, dan stiap mereka yang merayakannya pasti mengenakan pakaian yang
bernuansa merah, bukannya saja pakaian, tapi hiasan-hiasan yang ada di rumah mereka
pun pasti memiliki nuasa merah.
tradisi-tradisi yang
dalam perayaan imlek pun sangatlah unik seperti :
1. Membersihkan Rumah
Menyapu rumah berarti
juga membersihkan rumah agar kotoran yang dianggap sebagai simbol kesialan
disingkirkan, hingga tersedia ruang yang cukup untuk menampung keberuntungan.
Rumah yang bersih juga sedap dipandang mata kan? Setelah itu, mereka akan
menyingkirkan sapu dan sikat dari jangkauan. Mereka juga tidak diperbolehkan
menyapu rumah saat hari pertama tahun baru karena itu artinya mengusir
keberuntungan yang sudah hadir di rumah.
2. Mempersiapkan
Makanan
Kue keranjang dan jeruk juga
menjadi ciri khas Hari Raya Imlek. Tidak hanya itu, saat Imlek mereka juga
menyajikan makanan di atas nampan berbentuk, segi 6, segi 8, atau bulat dengan
isi yang beragam, seperti buah kering, biji-bijian, kacang-kacangan, dan
permen. Beberapa orang juga menyiapkan makanan keberuntungan seperti mie yang
tidak dipotong untuk melambangkan umur panjang.
Serta kue bola berbentuk uang Cina
pada jaman dulu yang melambangkan kekayaan. Satu lagi, saat Imlek mereka
disarankan untuk menghindari makan bubur karena bagi warga Tionghoa, bubur
melambangkan kemiskinan.
selain makanan-makanan tersebut
ada beberapa makanan yang membuat saya selalu melihat makanan tersebut disetiap
perayaan imlek. makanan tersebut adalah Kue keranjang atau nian gao, makanan
jenis puding tradisional Tiongkok ini merupakan makanan yang terbuat dari beras
ketan, tepung gandum, garam, air, dan gula.
Kata Nian berarti tahun,
sementara Gao berarti kue, terdengar juga seperti tinggi. Makanan ini disukai
karena pengucapan katanya sama dengan tahun yang lebih sejahtera, Loopers.
Biasanya kue keranjang disusun di atas kue mangkok yang diberi warna merah di
atasnya. Harapannya, warga Tionghoa memiliki kehidupan yang manis dan menanjak
seperti kue mangkok, serta peningkatan rezeki atau kemakmuran.
3. Kembang Api
Kembang api merupakan salah satu
pertunjukan yang sangat populer untuk memeriahkan Imlek, karena suara gaduhnya
dipercaya membuat mahluk jahat nian ketakutan. Untuk itu, ketika merayakannya
di rumah pastikan tetangga tidak merasa terganggu dengan suara berisik yang
Anda ciptakan.
Imlek pun sangat identik dengan
hujan. Bagi masyarakat Tionghoa di saat Imlek, hujan sepanjang perayaan Imlek
dikaitkan dengan sumber rezeki, dengan turunnya hujan maka banyak rezeki yang
berdatangan di muka bumi. Namun, yang sangat penting adalah menyambut Tahun
Barun Imlek dengan cara membersihkan hati, menyucikan nurani, dan tekad
berusaha lebih baik di tahun mendatang.
Dan
yang lebih unik lagi adalah pemberian angpao. Bagi anak-anak dan orang yang
masih lajang, Imlek berarti banjir uang karena orang tua atau mereka yang sudah
menikah diwajibkan memberikan angpao(amplop merah). Angpao ini biasanya diisi
dengan sejumlah uang di dalamnya. Jumlahnya tidak harus besar kok, yang penting
berupa uang kertas baru dan tidak berbentuk uang logam.
Dan yang lebih berkesan lagi banyak
dari antara mereka tidak segan untuk memberikan angpao kepada mereka yang bukan
suku asli thiongkhoa. Karna bagi-bagi angpao juga dipercaya makin memperlancar
rejeki di kemudian hari. Ini adalah sisi yang membuat saya kagum dengan suku
thiongkhoa.
Hal ini membutikan bahwa di setiap tradisi
memiliki banyak keunikan tertentu sebagai identitas perayaan tersebut. dan
dengan keunikan itu kita dapat belajar betapa pentingnya menghormati, dan ada
sisi yang dapat kita ambil dari perayaan imlek ini, yaiu ketika kita merayakan
tradisi kita masing-masing buatlah orang lain juga dapat merasakan tradisi yang
kita rasakan atau mendapatkan sisi positif dari tradisi perayaan kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar