Review Film
The post : mengunggap kebenaran
Film yang di mainkan
oleh Meryl Streep, Tom Hanks dan actor lainnya ini telah mengisahkan sebuah
cerita tentang rahasia yang disembunyikan oleh Negara kemudian rahasia tersebut
telah bongkar oleh 2 media surat kabar
yang terkenal saat itu.
Rahasia itu bermula
pada saat seorang analis militer asal Amerika, Daniel Ellsberg (Matthew Rhys),
menyadari bahwa keputusan yang telah di tetapkan oleh pemerintah Amerika
Serikat ternyata banyak merugikan dan bahkan telah menyia-nyiakan tentaranya di perang Vietnam, kemudian
pemerintah mengambil tindakan dengan
menyalin dokumen rahasia yang menjadi makalah Pentagon pada ada saat itu.
Dokumen ini terdiri
dari 47 volume yang disusun dalam
rentang tahun 1967 -- 1969, mencakup 3.000 halaman narasi dan 4.000 halaman dokumen pendukung. Analis militer
Daniel Ellsberg kemudian beropini lain bahwa seharusnya seluruh informasi hasil
penelitian tim-nya diketahui publik.
Bagaimana rahasia itu
bisa terbongkar ?
Pada masa itu di Amerika
Serikat memiliki 2 media berupa surat kabar, New York Times dan Washington
Post. Dari kedua media tersebut Daniel Ellsberg kemudian mengkopi dokumen
tersebut dan memberikannya kepada Neil Shenaan, salah seorang wartawan The New
York Times. Koran tersebut adalah yang pertama kali mempublikasikan salah satu
isi Pentagon Papers dan menyita perhatian
publik, termasuk Gedung Putih, berbeda dengan Washington post.
Pemilik Washington
Post, Kay Graham (Meryl Streep), masih menyesuaikan diri dengan mengambil alih
bisnis almarhum suaminya dan mempersiapkan surat kabarnya untuk go
public. Sementara sang editor Ben Bradlee (Tom Hanks)
menemukan New York Times telah mengundang pusat perhatian dengan mengekspos
dokumen tersebut.
Gedung Putih pun
langsung memberikan peringatan pertama kepada New York Times dan melarang
mempublikasikan lebih jauh isi Pentagon Papers dengan alasan dapat
mengakibatkan kehancuran negara, tetapi New York Times menolak, gugatan
perdata pun dilayangkan pemerintah AS sehingga New York Times diputuskan tidak
boleh menerbitkan kembali Pentagon Papers.
Dengan situasi yang seperti itu
tidak membuat Washington post menjadi takut melainkan tetap Bertekad untuk
bersaing, kemudian salah seorang reporter Washington Post pun mencari dan
menemukan Daniel Ellsberg dengan tujuan untuk mendapatkan salinan lengkap dari
makalah tersebut.
Namun, rencana
Washington Post untuk mempublikasikan makalah Pentagon terancam oleh perintah
penahanan Federal yang bisa membuat mereka semua didakwa karena melakukan
kontroversi. Saat itulah Kay
Graham dihadapkan pada dilema berat oleh dewan direksinya. Sebagian mendorongnya (terutama Ben Bradlee) untuk
menerbitkan artikel tersebut dan sebagian menentangnya karena akan berpotensi
menyebabkan para investor akan menarik sahamnya
dari The Washington Post.
Disatu sisi, Kay Graham ingin tetap berpegang pada prinsip
kebebasan pers sementara disisi lain ia
juga tidak ingin kehilangan perusahaannya, karena kemungkinan terburuknya adalah The Washington
Post tutup dan ia dipenjara karena melawan pemerintah. Tetapi hal itu justru
membuat kay berpegang teguh pada keputusannya untuk tetap menerbitkan berita
tersebut, dan menerima semua apa pun resikonya.
Lagi-lagi berita itu
menarik perhatian masyarakat terutama reaksi dan peringatan yang diberikan pada
gedung putih. Saat itulah Washington post di hadapkan pada ancaman bahwa mereka
dilarang keras masuk ke Gedung Putih lagi dan dituntut di pengadilan. Kasus New
York Times dan Washington Post melawan pemerintah menjadi kasus yang paling
terkenal.
Namun tak disangka,
ternyata Pentagon Papers juga telah tersebar ke surat kabar lainnya mulai dari
Times, Boston Globe dan lainnya. Dan
ketika serombongan perusahaan media ini bersatu mengajukan banding
ke Mahkamah Agung, kasus pun dimenangkan
pihak pers karena mereka berhasil
membuktikan bahwa dengan diterbitkannya Pentagon Papers ini, tidak akan menimbulkan hal-hal seperti yang
telah dikhawatirkan oleh pemerintah.
Kasus ini pun melahirkan amandemen pertama pada
undang-undang yang menjamin kebebasan pers.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar