Selasa, 04 Oktober 2016

feature profil



Perjalanan Si Gadis Periang
Oleh Yuni Herliwati

"Ku harus pergi meninggalkan kamu yang telah hancurkan aku, sakitnya , sakitnya , oh sakitnya " alunan lagu yang terdengar indah dengan suara yang berciri khas, membuat setiap orang yang mendengarkan menjadi terpukau.

Dia adalah gadis remaja yang bertalenta kelahiran jakarta 16 juni 1997. Dia adalah anak bungsu dari 4 bersaudara.  Dia juga salah satu mahasiswa angkatan 2015 dari universitas swasta di jakarta  “Universitas Bunda Mulia” dimana prodi yang di ambil adalah Ilmu Komunikasih peminatan Broadcasting. 

Dimata teman-temannya, dia adalah gadis remaja yang periang, hidupnya selalu di awali dengan tertawa, sehingga dengan tertawanya itulah yang selalu di ingat oleh teman-temanya. 

Herly Hutahaean , ya itulah namanya. Hidupnya di dunia musik sudah tidak perlu di ragukan lagi karn sejak berumur 7 tahun dia sudah terjun ke dalam dunia tarik suara. 

Pada bulan April 2016, dia  mencoba mengikuti sebuah ajang pencarian bakat yang di buat oleh telivisi swasta di indonesia, dimana dia mengikuti ajang tersebut bersama grup vocalnya Mervo. Yang terdiri dari Arlen Orlando Lukas , Alfriando Eldat Lukas ,dan Angel Eva Filisita 

Mervo terbentuk pada tahun 2010 dimana mereka bertemu dalam satu sekolah music yang cukup terkenal di Jakarta, Willy Soemantri Music S chool. dan saat itulah mereka menjadi satu grup sampai saat ini. 

Ajang pencarian bakat yang mereka ikuti adalah The Voice Of Indonesia . The voice adalah ajang pencarian bakat yang berasal dari holand yang di ikuti oleh indonesia saat ini. dalam sistem the voice  tersebut terdiri 4 coach, yaitu Agnes Monica , Ari Lasso , Judika , dan Kaka Slank. 

Pada tahap pertama mereka mengikuti babak audisi dimana mereka menyanyikan lagu "blis3x medle edge of glory" dan mereka lolos dan maju ke tahap blind auditions dalam tahap tersebut mereka menyanyikan lagu Buktikan dimana pada saat itu coach Agnes adalah orang pertama yang memencet tombol dan di ikuti oleh judika  

dan  mereka memilih untuk masuk ke team judika , dan melaju ke babak selanjutnya yaitu babak battle, dan lolos kembali menuju babak knockout , dan di babak terakhir knockout itulah mervo gagal untuk maju ke babak finalis. 

dari setiap perjalanan yang sudah kita lewati,  itulah bukti dari setiap perjuangan kita untuk menuju cita-cita kita, dimana setiap perjuangan pasti ada kegagalan, tetapi kegagalan bukannlah akhir dari apapun, tetapi awal menuju ke susksesan.





                                           Mervo Dibanjiri Pujian Oleh Para Penggemarnya ”Sitaro …. Banuai kukendage……… “Sitar...