Resensi Novel Kambing Jantan
Novel yang berjudul “kambing jantan ini”
memiliki jumlah halaman sebanyak 239 dengan sampul, tebal novel 2,2cm, novel ini juga memiliki cetakan pertama tahun 2005 dan
dilanjutkan pada cetatan ke 28 tahun 2010,adapun jenis novel ini adalah novel
dengan cerita komedi yang dikarang langsung oleh Raditya Dika sendiri sebagai
pelaku atau tokoh utama dalam novel tersebut yang diterbitkan oleh Gagas media.
novel
ini menceritakan tentang keseharian hidup seorang pelajar bernama Raditya Dika,
kesehariannya itu dimulai dengan kisah radit yang memelihara hewan dan peliharaannya
selalu mati. Lalu ia juga menceritakan mengenai kisah perjumpaan dengan gay
saat menunggu film di bioskop hingga radit akhirya membatalkan niatnya untuk
menonton. Ada juga pengalaman memalukan radit saat dia sembuh dari jerawatnya
namun harus diusap menggunakan pakaian dalam ayahnnya ehheeh :))
Kemudian
suatu ketika ia harus pergi ke luar negri untuk melanjutkan studinya dan tetapi
disisi lain ia mulai mengalami kebimbangan,
antara tetap tinggal di jakarta bersama temen-temennya atau mengikuti saran
orang tuanya untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Radith yang biasanya di
panggil “kambing” oleh teman-temannya dan dia mempunyai pacar yang sering
dipanggil “kebo”. Radith memilih meninggalkan teman-temannya dan pacarnya,
untuk berangkat ke Adelaide, Australia untuk melanjutkan studi di bidang
finance, yang tidak sesuai dengan minatnya.
kemudian ketika ia menjalani hidupnya di luar negri, Radit juga pernah mengalami penghinaan karena ketahuan bahwa tradisi orang Indonesia sering membersihkan kotoran menggunakan tangan kiri. Radit juga mendapatkan kotak musik yang bagus dan dikiranya itu karena ayahnya memperhatikan apa yang dia mau dan ternyata setelah dibuka, isinya adalah celana dalam. :))
ia Juga pernah mengajarkan bahasa Indonesia ke temennya namun ternyata temennya malah belajar kata2 yang jorok. Radit juga pernah narsis dengan mendesain logo partai baru dimana dia sebagai presidennya. Pada tulisan terakhir di buku ini, radit menginformasikan bahwa blognya di kambingjantan.com sudah ditutup dan juga sekarang dia lagi bekerja sebagai wartawan di salah satu media televisi di Indonesia.
kemudian ketika ia menjalani hidupnya di luar negri, Radit juga pernah mengalami penghinaan karena ketahuan bahwa tradisi orang Indonesia sering membersihkan kotoran menggunakan tangan kiri. Radit juga mendapatkan kotak musik yang bagus dan dikiranya itu karena ayahnya memperhatikan apa yang dia mau dan ternyata setelah dibuka, isinya adalah celana dalam. :))
ia Juga pernah mengajarkan bahasa Indonesia ke temennya namun ternyata temennya malah belajar kata2 yang jorok. Radit juga pernah narsis dengan mendesain logo partai baru dimana dia sebagai presidennya. Pada tulisan terakhir di buku ini, radit menginformasikan bahwa blognya di kambingjantan.com sudah ditutup dan juga sekarang dia lagi bekerja sebagai wartawan di salah satu media televisi di Indonesia.
Selama radith kuliah di Australia banyak masalah muncul dan harus menjalani hubungan jarak jauh dengan “kebo”. Pertama masalah menbengkaknya pengeluaran, komunikasi dengan “kebo” yang terganggu hingga kehidupan radith dan “kebo” kaya dua orang planet yang beda. Masalah yang timbul itu membuat radith kesulitan mengikuti semua pelajaran.
Ditambah lagi dengan kehadiran dosennya, Sally
Dickson yang kayaknya lebih mirip tentara baru lulus audisi ketimbang dosen. Di
saat hubungan radith dengan kebo mengalami masalah, Radith bertemu dengan ine,
teman semasa SD dulu . Ine ternyata adalah pembaca setia blognya
“kambingjantan.com”. Ine membuka pikiran radith, kalau dia bisa penulis komedi
tenar dan terkenal. Sedangkan persahabatannya dengan Hariyanto, teman kuliahnya
dari kediri. Menambah keyakinan kepada radith untuk memilih kehidupan yang
diinginkannya.
Dalam
novel ini kita dapat pesan positif yaitu pilih lah hidup sesuai dengan minat
dan keinginan sendiri dan harus berusaha dengan keras untuk mencapai sesuatu
walaupun banyak melalui masalah.
Unsur Intrinsik:
1. Tokoh: 1. Raditya Dika
Pembantu
Ine
"Kebo"
Sally Dickson
Haryanto
Penilaian:
à Kekurangan : novel
ini ada pada masalah kebahasaan. Novel ini banyak menggunakan bahasa-bahasa
gaul jakarta dan istilah-istilah baru. Hal ini membuat banyak pembaca dari luar
daerah jakarta kesulitan dalam mengartikan kata demi kata walaupun tidak semua
kata-katanya menggunakan bahasa gaul,
dalam buku ini tedapat kata-kata yang kurang pantes seperi kata “ setan “ dan “ kolor”
à Kelebihan : Terlepas
dari kekurangan yang dimilikinya, novel ini menggunakan bahasa yang santai
sehingga membuat para pembaca merasa nyaman. Cerita di novel ini sangat mudah
diikuti karena dikemas dari kesehariaan seorang anak muda yang membahas
pengalamannya dari sisi komedi.
Dan mampu membuat setiap orang yang membacanya menjadi terhibur dan tertawa.
à Simpulan / penutup
Novel ini dapat membuat kita berpikir tidak seperti biasanya tapi masih bisa diterima dengan logika. Novel ini diceritakan sesuai pengamalan sehari-hari raditya dika yang konyol. Dengan membaca novel ini, dijamin anda akan tertawa terbahak-bahak.
Novel ini sangat cocok dibaca oleh para remaja karena memiliki umur dan pikiran yang nyaris sama dengan penulis yaitu Raditya Dika.
Novel ini dapat membuat kita berpikir tidak seperti biasanya tapi masih bisa diterima dengan logika. Novel ini diceritakan sesuai pengamalan sehari-hari raditya dika yang konyol. Dengan membaca novel ini, dijamin anda akan tertawa terbahak-bahak.
Novel ini sangat cocok dibaca oleh para remaja karena memiliki umur dan pikiran yang nyaris sama dengan penulis yaitu Raditya Dika.
à Nilai buku : penuh
dengan kehidupan pelajar ,dan buku ini boleh dibaca oleh anak smp/sma

Tidak ada komentar:
Posting Komentar