Minggu, 13 Mei 2018


                                                        Resensi Novel Kambing Jantan

 
                                                          
 Novel yang berjudul “kambing jantan ini” memiliki jumlah halaman sebanyak 239 dengan sampul, tebal novel 2,2cm,  novel ini juga  memiliki cetakan pertama tahun 2005 dan dilanjutkan pada cetatan ke 28 tahun 2010,adapun jenis novel ini adalah novel dengan cerita komedi yang dikarang langsung oleh Raditya Dika sendiri sebagai pelaku atau tokoh utama dalam novel tersebut yang diterbitkan oleh Gagas media.

novel ini menceritakan tentang keseharian hidup seorang pelajar bernama Raditya Dika, kesehariannya itu dimulai dengan kisah radit yang memelihara hewan dan peliharaannya selalu mati. Lalu ia juga menceritakan mengenai kisah perjumpaan dengan gay saat menunggu film di bioskop hingga radit akhirya membatalkan niatnya untuk menonton. Ada juga pengalaman memalukan radit saat dia sembuh dari jerawatnya namun harus diusap menggunakan pakaian dalam ayahnnya ehheeh :))

Kemudian suatu ketika ia harus pergi ke luar negri untuk melanjutkan studinya dan tetapi disisi lain ia  mulai mengalami kebimbangan, antara tetap tinggal di jakarta bersama temen-temennya atau mengikuti saran orang tuanya untuk melanjutkan sekolah di luar negeri. Radith yang biasanya di panggil “kambing” oleh teman-temannya dan dia mempunyai pacar yang sering dipanggil “kebo”. Radith memilih meninggalkan teman-temannya dan pacarnya, untuk berangkat ke Adelaide, Australia untuk melanjutkan studi di bidang finance, yang tidak sesuai dengan minatnya.

kemudian ketika ia menjalani hidupnya di luar negri, Radit juga pernah mengalami penghinaan karena ketahuan bahwa tradisi orang Indonesia sering membersihkan kotoran menggunakan tangan kiri. Radit juga mendapatkan kotak musik yang bagus dan dikiranya itu karena ayahnya memperhatikan apa yang dia mau dan ternyata setelah dibuka, isinya adalah celana dalam. :))

ia Juga pernah mengajarkan bahasa Indonesia ke temennya namun ternyata temennya malah belajar kata2 yang jorok. Radit juga pernah narsis dengan mendesain logo partai baru dimana dia sebagai presidennya. Pada tulisan terakhir di buku ini, radit menginformasikan bahwa blognya di kambingjantan.com sudah ditutup dan juga sekarang dia lagi bekerja sebagai wartawan di salah satu media televisi di Indonesia.

Selama radith kuliah di Australia banyak masalah muncul dan harus menjalani hubungan jarak jauh dengan “kebo”. Pertama masalah menbengkaknya pengeluaran, komunikasi dengan “kebo” yang terganggu hingga kehidupan radith dan “kebo” kaya dua orang planet yang beda. Masalah yang timbul itu membuat radith kesulitan mengikuti semua pelajaran.

 Ditambah lagi dengan kehadiran dosennya, Sally Dickson yang kayaknya lebih mirip tentara baru lulus audisi ketimbang dosen. Di saat hubungan radith dengan kebo mengalami masalah, Radith bertemu dengan ine, teman semasa SD dulu . Ine ternyata adalah pembaca setia blognya “kambingjantan.com”. Ine membuka pikiran radith, kalau dia bisa penulis komedi tenar dan terkenal. Sedangkan persahabatannya dengan Hariyanto, teman kuliahnya dari kediri. Menambah keyakinan kepada radith untuk memilih kehidupan yang diinginkannya.

Dalam novel ini kita dapat pesan positif yaitu pilih lah hidup sesuai dengan minat dan keinginan sendiri dan harus berusaha dengan keras untuk mencapai sesuatu walaupun banyak melalui masalah.
Unsur Intrinsik:
1.    Tokoh:   1.       Raditya Dika
  
  Pembantu
   Ine
  "Kebo"
  Sally Dickson
  Haryanto

Penilaian:
à Kekurangan : novel ini ada pada masalah kebahasaan. Novel ini banyak menggunakan bahasa-bahasa gaul jakarta dan istilah-istilah baru. Hal ini membuat banyak pembaca dari luar daerah jakarta kesulitan dalam mengartikan kata demi kata walaupun tidak semua kata-katanya menggunakan bahasa gaul, dalam buku ini tedapat kata-kata yang kurang pantes seperi kata “ setan “ dan “ kolor

à Kelebihan : Terlepas dari kekurangan yang dimilikinya, novel ini menggunakan bahasa yang santai sehingga membuat para pembaca merasa nyaman. Cerita di novel ini sangat mudah diikuti karena dikemas dari kesehariaan seorang anak muda yang membahas pengalamannya dari sisi komedi. Dan mampu membuat setiap orang yang membacanya menjadi terhibur dan tertawa.

à Simpulan / penutup
Novel ini dapat membuat kita berpikir tidak seperti biasanya tapi masih bisa diterima dengan logika. Novel ini diceritakan sesuai pengamalan sehari-hari raditya dika yang konyol.  Dengan membaca novel ini, dijamin anda akan tertawa terbahak-bahak.
Novel ini sangat cocok dibaca oleh para remaja karena memiliki umur dan pikiran yang nyaris sama dengan penulis yaitu Raditya Dika.

à  Nilai buku : penuh dengan kehidupan pelajar ,dan buku ini boleh dibaca oleh anak smp/sma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

                                           Mervo Dibanjiri Pujian Oleh Para Penggemarnya ”Sitaro …. Banuai kukendage……… “Sitar...